Sabtu, 08 Juni 2019

Fenomena Jomblo Menahun

Kalau seseorang sampai puluhan tahun menjadi jomblo, ada yang salah dengan orang itu. Begitulah kutipan sebuah film yang aku tonton. Entah film apa, aku udah lupa. Tapi kutipan itu terus terbayang-bayang di kepala.

Apa benar?

Tentu saja tidak benar. Karena nggak ada yang salah dengan menjadi jomblo. Semua orang kan berhak pengin punya pasangan atau nggak. Kalau dia memilih untuk sendiri beberapa tahun, atau seumur hidupnya. Ya sudah. Selama dia nggak melakukan tindakan kriminal. Nggak ada yang perlu dipermasalahkan. Itu pilihan hidup masing-masing orang.

Tapi...

Senin, 04 Februari 2019

Cara Menggunakan "Bodo Amat" Dengan Baik

Sebagaimana semua hal yang ada di dunia, sikap nggak peduli (atau Bodo Amat) juga bisa digunakan dengan baik atau salah. Kebanyakan sih orang-orang (apalagi manusia-manusia dengan EGO yang setinggi langit), biasanya menggunakan "Bodo Amat" dengan (SANGAT) salah.

Misalnya. Seseorang dihadapkan pada sebuah keadaan begini. Secara nggak sengaja, dia merobek celana pendek yang digunakannya. Sehingga dalemannya terlihat. Dia pun kabur ke mobil, dan berencana nggak akan turun dari mobil sampai tiba di rumah. Namun, di jalan, ada seekor anak kucing kelaparan, berbaring di trotoar. Si Celana Robek pun mengalami dilema. Menyelamatkan kucing itu, dengan resiko bokong seksinya akan terlihat oleh dunia. Atau, pulang ke rumah dan ganti celana. Persetan dengan anak kucing.

Orang baik, yang menggunakan Bodo Amat dengan benar, pasti akan turun dan menyelamatkan si kucing. "Bodo Amat bokong seksi gue dilihat dunia." Pikirnya. Sedangkan, orang yang... yah begitulah, yang menggunakan Bodo Amat dengan keliru, pasti bakal melakukan sebaliknya. "Bodo Amat dengan kucing terkutuk itu, saya harus menyelamatkan bokong korengan saya terlebih dahulu."

Demikianlah. 

Kamis, 24 Januari 2019

Dihantui Masa Lalu

Hampir semua orang dihantui masa lalu. Kecuali bayi. Karena belum banyak masa lalu yang dia miliki.

Namun begitu beranjak dewasa, dan sudah melalui banyak kejadian dalam hidup, yang kemudian lewat, dan menjadi masa lalu. Hantu-hantu masa lalu pun mulai muncul. 

Bentuknya macam-macam. Salah satunya. Misalnya. Dulu pernah putus dari pacar, akhirnya jomblo bertahun-tahun dan dibilang suka sesama jenis. Dan sering ditanya-tanya. "Kapan kawin? Kapan kawin?" Atau kejadian memalukan lain di masa lalu. Atau menyakitkan. Atau menyebalkan. Atau kombinasi banyak kejadian yang tidak menyenangkan.

Semua itu menimbulkan trauma.

Lama-lama, karena terlalu banyak trauma yang menumpuk, sehingga mengikis kebaikan yang ada di dalam diri. Kepolosan di masa kecil pun menghilang. Makanya ada yang bilang, orang dewasa adalah akumulasi trauma-trauma masa lalu. 

Selasa, 16 Oktober 2018

Begini Cara Menghadapi Mahkluk Menyebalkan.

Di kehidupan sehari-hari, karena begitu banyaknya manusia, suatu ketika semua orang pasti akan berhadapan dengan manusia lain yang menyebalkan. Saking menyebalkannya, mereka jadi nggak mirip manusia. Lebih mirip semacam siluman celeng.

Tanda-tanda manusia menyebalkan adalah, antara lain:
1) Mementingkan diri sendiri, seolah-olah hanya dia manusia yang ada di dunia. Biasanya kata-kata yang sering mereka ucapkan adalah "Saya", "Aku", dan "Persetan dengan yang lain".
2) Cepat marah. Dikit-dikit ngamuk. Cepat sekali tersinggung kalau mendengar perkataan orang lain, padahal sebenarnya yang dibicarakan bukan ditujukan untuk dia.
3) Bahagia melihat orang susah, dan susah melihat orang bahagia. 
4) Jarang mengucapkan kata "Terima kasih", " Maaf", dan "Tolong".
5) Tidak merasa bahwa dirinya menyebalkan.

Rabu, 05 Juli 2017

Prekuel Novel Galaupreneur

Cerita pendek ini merupakan prekuel dari novel komedi saya yang berjudul Galaupreneur. Semoga bisa menghibur, dan selamat membaca...

***

Jadi, begini kisahnya...

Di suatu masa, hiduplah seorang siswi kelas 11, bernama Rena. Anaknya kurus, pendek dan item. Di sekolah, Rena termasuk murid yang biasa aja. Dia payah di pelajaran matematika, dan hampir nggak punya kelebihan, kecuali bakat menggambar.

Pernah, waktu ulangan matematika, saking nggak bisa jawabnya, Rena malah menggambar wajah gurunya di lembar jawaban. Hasilnya, Rena mendapat nilai -1. Iya, dalam pelajaran matematika, Rena bahkan dianggap tidak pantas mendapat nilai 0.

Selain nilainya yang parah, hampir setiap hari, selama setahun setengah bersekolah di SMA, dia nyaris selalu dibully oleh teman-temannya. Sampai suatu ketika, ada seorang siswi baru menyelamatkannya. Seorang cewek manis yang tingkahnya kayak preman, namanya Widi.

Waktu itu, Rena lagi diganggu sama Genk Genma, Gendut Manis. Terdiri dari 3 cewek gembrot tapi merasa manis. Padahal nggak sama sekali. Si ketua genk, nekling kaki Rena sampai jatuh. Lalu dua anggota lainnya menginjak-injak badan Rena, pura-pura nggak tau kalo Rena ada di sana.