Rabu, 26 Juni 2013

Makan siang dengan ababil psikopat

Setelah sekian lama tidak pernah mendengar kabarnya, secara mengejutkan, Ina–mantan calon gebetanku–nge-add aku lagi di BBM. 

Aku pun meng-accept dengan baik permintaan itu, meskipun tidak tau maksud si Ina kali ini apa. Seingatku, terakhir kali, aku yang men-delete kontaknya dari BBM dan hubungan kami sudah berakhir. End.

Penasaran, malamnya aku pun mengirim sebuah BBM ke Ina. "Hai orang asing," sapaku. Saking lamanya nggak pernah BBM-an, aku memang merasa seperti orang asing sama Ina. Atau memang sejak awal perasaan itu sudah muncul? 

Entahlah.. 

Lama tidak ada jawaban. Baru pagi harinya, pas bangun tidur, aku melihat ada sebuah BBM yang masuk. "Hai past," begitu balasan dari Ina.

Aku mengerutkan kening. Past? Masa lalu? Kalo aku masa lalu, kenapa harus nge-add aku lagi di BBM? Namun saat itu, aku tidak membalas BBM dari Ina.

Hari-hari pun berlalu, aku sibuk dengan kerjaan di rumah dan kebetulan aku juga mulai ikut pelatihan fotografi (kebetulan ada yang gratis). Tapi tiap ngecek BB, aku selalu dibuat penasaran dengan keberadaan Ina di kontak BBM-ku.

Akhirnya, pas lagi nggak sibuk, aku kembali mengirim BBM ke Ina. "Na, besok ada waktu nggak? Ketemu yuk, pengin ngobrol-ngobrol." 

"Iya, liat besok aja," begitu kira-kira jawaban dari Ina.