Sabtu, 13 September 2014

Sketsa Presiden Joko Widodo

Nggak pa-pa mukanya ndeso, yang penting beliau selalu mendengar dan mengusahakan yang terbaik buat kita-kita...


Keren kan? Huehuehuehue...

Sabtu, 16 Agustus 2014

Jalan-jalan ke Malaysia

Pertengahan bulan Juni lalu, untuk pertama kalinya, aku jalan-jalan ke Malaysia. Berduaan dengan sangat mesra, sama nyokap.

Dini hari itu, bertepatan dengan pertandingan piala dunia antara Spanyol melawan Chile, dan untuk sementara Chile unggul 2-0, aku berangkat menuju Bandara Ngurah Rai. Seperti biasa, setiap kali mau ninggalin Bali, perasaanku mendadak galau.

Dari dalam mobil, sambil mendengar pertandingan melalui radio, aku memandang keluar jendela. Suasana masih gelap, mungkin tiga jam lagi matahari baru muncul. Jalanan juga lengang, hanya satu dua kendaraan yang melintas. Di beberapa sudut, tampak sekumpulan orang sedang asyik menonton pertandingan yang sama, di banjar-banjar, restoran cepat saji, dan kios tambal ban.

Sesampainya di bandara Ngurah Rai, rombongan kami berfoto bersama beberapa kali. Teman-teman nyokap di kantor kebanyakan ibu-ibu, ada yang masih muda, ada yang separuh baya, ada juga yang udah tua bangka.

Seusai berfoto, kami menunggu keberangkatan sekitar dua jam. Aku sempat berkeliling bandara, mencari TV yang menayangkan siaran bola, tapi nggak ketemu. Jadi, aku cuma duduk-duduk di ruang tunggu. Sebenarnya, ini adalah waktu yang tepat untuk nelpon pacar, kangen-kangenan dulu sebelum berpisah jauh. Namun, aku mengurungkan niatku, terlalu pagi untuk menelpon. Lagi pula, aku nggak punya pacar.

Sabtu, 10 Mei 2014

Cinta, aku rapopo

Seminggu sebelum bertemu dengan cewek dekil itu, Rangga sedang mengalami patah hati, mantan pacarnya lebih memilih bersama cowok yang lebih kaya. Hampir setiap hari Rangga hanya mendekam di kamar, meratapi kepergian mantan terkutuknya itu.

Dulu, Rangga dikenal sebagai cowok yang lumayan ganteng. Tinggi, putih dan wangi. Namun, semenjak putus cinta, dia jadi mirip Spongebob frustasi. Kulitnya pucat seperti vampire, tidak berkuris, dan jarang mandi.

Sampai suatu saat, dia memutuskan untuk kembali menjalani hidup, tidak sudi lagi terpuruk hanya karena ditinggal cewek. Rangga kembali mandi tiga kali sehari, olah raga dan mulai menyibukkan diri dengan kuliahnya yang tak lulus-lulus. Kalau ada waktu luang, dia turun gunung. Jalan-jalan dan makan-makan di berbagai tempat, berusaha menikmati masa-masa jomblonya yang mengenaskan.

Hari itu, sepulang kuliah, Rangga nongkrong di salah satu restoran pinggir pantai yang terletak di kawasan Nusa Dua. Pemandangan laut yang biru, dan aroma segar pantai yang berpadu dengan wangi asap ikan bakar, membuat suasana hati Rangga jadi membaik.

Rangga mulai mengamati sekeliling. Hampir semua orang yang ada di ruangan itu sedang bersama pasangannya masing-masing. Hanya ada dua orang yang duduk sendirian, dirinya sendiri dan seorang cewek dekil yang sedang duduk di pojokan.

Sabtu, 29 Maret 2014

Waktu dia pergi (Part 2)

Lanjutan dari cerita: Waktu dia pergi (Part 1)

Enam bulan kemudian...

Ara lagi tidur-tiduran di kasur sambil menahan sakit hati. Tiba-tiba ada sebuah SMS yang mampir ke inbox hape-nya.

"Halo Ara, lagi apa? Ini Niki."

Begitu membaca SMS itu, di kepala Ara langsung muncul bayangan wajah Niki yang manis. Ara pun membalas SMS itu dengan semangat empat lima. Setelah SMS-an beberapa kali, Ara jadi tau kalo Niki baru putus dari cowoknya. Sama seperti Ara, cewek itu juga lagi patah hati.

Selama tiga mingguan, Ara rajin SMS-in Niki, kadang dia memberanikan diri untuk telpon. Lama-lama, mereka jadi semakin deket. Sepertinya Niki membuka diri untuk Ara, dia merespon semua usaha Ara dengan baik.

Belajar dari pengalamannya sama Bunga, Ara nggak mau Niki menunggu terlalu lama. Sebulan kemudian, setelah ketemuan satu kali buat nonton, Ara datang ke rumah Niki dengan membawa setangkai mawar putih buat nembak. Dia disambut dengan senyuman manis oleh cewek itu. Ara jadi tambah semangat. Setelah ngobrol sebentar di teras depan, Ara pun nembak Niki. Karena udah punya pengalaman, kali ini Ara ngomongnya lancar, nggak kayak orang gagap lagi, sekarang lebih mirip orang kumur-kumur.

Rabu, 26 Maret 2014

Waktu dia pergi (Part 1)

Kisah ini tentang Anggara atau lebih sering dipanggil Ara, cowok yang udah berabad-abad nggak punya pacar. Padahal dari segi tampang, Ara termasuk lumayanlah, nggak ancur-ancur amat. Ditambah badannya yang tinggi dan putih, dia terlihat keren kayak tiang bendera.

Saat itu, Ara masih kuliah semester satu. Sebagai mahasiswa baru yang masih jomblo, setiap hari dia rajin kuliah dan latihan marching band. Tapi lebih rajin lagi ngeliatin cewek-cewek cantik yang berseliweran di kampus.

Dulu, sebenernya Ara udah sempet punya pacar, sayangnya cuma pacar khayalan. Karena bosen sama "pacar" yang itu, Ara pun mulai nyari pacar beneran. Namun, ternyata nggak segampang yang dia kira. Ada aja hambatannya. Kalo Ara suka sama si cewek, ceweknya yang nggak suka sama dia, begitu juga sebaliknya. Nggak pernah nemu yang sama-sama suka.

Sampai suatu hari, Ara bertemu seorang cewek bernama Niki...

Waktu itu, Ara menghadiri sebuah acara di kampus temennya, Jono. Nah, Jono ngenalin dia sama cewek itu. Niki, cewek mungil, putih, dan manis.

Pas dikenalin, Ara cuma bisa bengong. Demi persahabatan Spongebob dan Patrick, belum pernah dia melihat cewek semanis itu. Ara sampe ngiler. Sayangnya, mungkin memang belom jodoh sama Niki, pertemuan itu lewat gitu aja. Ara pun kembali nyari cewek yang kira-kira mau jadi pacarnya.