Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Surat Untuk Cinta Pertama

Dear Cinta Pertamaku, Sebenarnya, dulu, dengan polosnya aku sempat berharap kamu akan jadi yang terakhir. Namun, sekarang kita sudah sama-sama tahu bahwa itu tidak akan pernah terjadi. Karena... Ah, sudahlah. Namun, tetap saja, aku merasa beruntung sempat jadian denganmu. Masa-masa ketika masih bersamamu, walaupun singkat—berapa lama? Sepuluh bulan? Tapi rasanya ramai, seperti makan rujak. Kadang manis, kecut, dan pedas. Sekarang, setelah lama kita putus, izinkan aku untuk berkeluh kesah tentangmu. Nggak, aku nggak marah. Aku hanya ingin mengenang masa-masa "ngerujak" itu. Hmmm. Pertama kali aku melihatmu, di mataku, kamu adalah adik kelas yang sangat manis. Kulitmu sawo matang, dengan rambut sebahu yang terlihat halus, dan suara serak-serak sembermu yang menggoda. Entah bagaimana kita bisa saling kenal, aku lupa. Tapi yang jelas, buatku, kamu menarik dan aku menyukaimu. Walaupun mungkin tidak demikian denganmu, karena waktu itu kamu sempat curhat padaku bahwa kamu