Minggu, 28 Februari 2016

Metafora Tiwi

Cerpen ini adalah cerpen duet saya dengan salah satu teman menulis, Billa dari grup CircleWriters di LINE. Awalnya saya sedang menjadi silent reader di grup itu, yang seingat saya, waktu itu, sedang membahas bahwa grup sedang sepi atau semacamnya. Lalu, saya berinisiatif untuk membuat ramai dengan main cerita bersambung. Jadi, saya menulis kalimat pembuka cerpen ini, yaitu: "Pada suatu masa di Kota Jakarta, hiduplah seorang cewek bernama Tiwi. Dia punya cita-cita ingin jadi penulis. Dan memiliki sebuah karya yang mengesakan."

Saya pun menunggu.

Dari 60-an orang yang ada di grup itu, Billa merespon dengan baik ajakan untuk menulis bareng ini, dia menambahkan satu kalimat: "Tetapi takdir berkata lain." Lalu saya menambah satu kalimat lagi, setelah itu Billa lagi. Begitu terus sampai cerpen ini selesai. Memang pada akhirnya, kami tidak hanya saling menambahkan satu kalimat, karena lama-lama—entah karena kami terlalu bersemangat, sekali mendapat giliran, saya dan Billa bisa menulis satu sampai dua paragraf. Dan kami pun menyelesaikan cerpen ini hanya dalam waktu beberapa jam. Dari siang hingga sore.

Bagi saya, rasanya menyenangkan sekali bisa menulis secara duet seperti ini. Dan saya berharap, semoga kamu juga bisa menikmati cerita ini. Selamat membaca!