Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Filosofi Kopi Sachet

Kisah ini adalah sekuel dari film Filosofi Kopi dari karya Dewi Lestari, yang saya buat sendiri untuk mengobati kerinduan terhadap tokoh-tokohnya dan apa yang mereka alami selanjutnya. Semoga suka. Terima kasih, dan selamat membaca. ***  Tiga tahun setelah kafe kami dijual, dan Filosofi Kopi pindah ke bus bertingkat dua, kami sudah berkeliling Indonesia–Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan lain-lain–untuk menjajakan kopi. Di luar dugaan, usaha kami berjalan lumayan baik. Setidaknya, aku bisa menabung, Ben bisa bertemu banyak penggemar baru, dan pegawai-pegawai kami bisa hidup lumayan sejahtera. Namun, rasanya semua masih bisa lebih baik lagi. Aku masih belum puas. Apa lagi, setelah suatu hari, aku bertemu seorang pengusaha yang menawariku sebuah mesin pencetak kopi sachet . Ketika kutemui saat makan siang di sebuah restoran, dengan menggebu-gebu si pengusaha mengatakan. “Jika anda punya mesin ini, anda sudah pasti akan menghasilkan lebih banyak uang. Karena dalam satu jam,