Kamis, 13 Oktober 2016

Biar Nggak Nyasar di Jakarta

Beberapa tahun yang lalu, untuk pertama kalinya, aku datang ke Jakarta bersama rombongan dalam rangka mengikuti sebuah lomba. Waktu itu, sebagai orang Bali yang sekali pun belum pernah keluar Bali, aku tentu saja sempat merasa deg-degan. Apa benar Jakarta itu seseram yang terlihat di TV?

Dalam perjalanan, setelah memasuki wilayah Jakarta dengan menggunakan bus, aku bengong menatap pemandangan dari jendela. Hampir semuanya ada di luar sana. Mulai dari pemukiman kumuh, sampah-sampah, rumah mewah, sampai gedung-gedung yang menjulang tinggi di sisi-sisi jalan. Ketika menginjakkan kaki turun dari bus, kesan pertama yang muncul adalah panas. Lalu bingung. Tergopoh, aku mengikuti rombongan. Nggak berani terpisah. Kebetulan, saat itu, acara lombanya diadakan di Senayan. Selama semingguan itu, aku berpikir. Bagaimana jadinya jika aku berada di Jakarta tanpa ditemani rombongan? Mungkin aku bakal tersesat, tak tau arah jalan pulang, dan jadi gembel.

Makanya, aku berusaha mencari informasi, supaya tau apa yang harus dilakukan jika suatu hari nanti harus kembali ke Jakarta sendirian. Kalau memungkinkan, bukan hanya selamat, tapi juga bisa menikmati perjalanan ke objek-objek wisata di Jakata. Siapa tau ketemu gebetan, lalu jadi dekat, menikah, dan hidup bahagia selamanya.