Senin, 04 Februari 2019

Cara Menggunakan "Bodo Amat" Dengan Baik

Sebagaimana semua hal yang ada di dunia, sikap nggak peduli (atau Bodo Amat) juga bisa digunakan dengan baik atau salah. Kebanyakan sih orang-orang (apalagi manusia-manusia dengan EGO yang setinggi langit), biasanya menggunakan "Bodo Amat" dengan (SANGAT) salah.

Misalnya. Seseorang dihadapkan pada sebuah keadaan begini. Secara nggak sengaja, dia merobek celana pendek yang digunakannya. Sehingga dalemannya terlihat. Dia pun kabur ke mobil, dan berencana nggak akan turun dari mobil sampai tiba di rumah. Namun, di jalan, ada seekor anak kucing kelaparan, berbaring di trotoar. Si Celana Robek pun mengalami dilema. Menyelamatkan kucing itu, dengan resiko bokong seksinya akan terlihat oleh dunia. Atau, pulang ke rumah dan ganti celana. Persetan dengan anak kucing.

Orang baik, yang menggunakan Bodo Amat dengan benar, pasti akan turun dan menyelamatkan si kucing. "Bodo Amat bokong seksi gue dilihat dunia." Pikirnya. Sedangkan, orang yang... yah begitulah, yang menggunakan Bodo Amat dengan keliru, pasti bakal melakukan sebaliknya. "Bodo Amat dengan kucing terkutuk itu, saya harus menyelamatkan bokong korengan saya terlebih dahulu."

Demikianlah. 


Penggunaan "Bodo Amat", bisa dilakukan dengan baik dan salah. Berbeda bagi masing-masing manusia. Tergantung tingkat keegoisannya. Tergantung tingkat kedewasaannya. Tergantung tingkat keterbukaan pikirannya. Bagi orang-orang egois dan kekanak-kanakan, Bodo Amat bisa jadi sangat berbahaya dan menyebalkan. Karena dia bisa nggak peduli pada apapun, kecuali dirinya sendiri. Sedangkan, bagi orang-orang yang dewasa, dan mementingkan orang lain. Bodo Amat bisa digunakan dengan sangat, sangat, sangat elegan.

Satu hal yang perlu diingat. 

Kalo kamu menggunakan Bodo Amat dengan salah, jangan berharap orang lain juga akan peduli sama kamu. Jadi, ketika mendapati kenyataan orang-orang mulai nggak peduli sama kamu. Kamu nggak berhak untuk mengeluh.

Dan, buat kamu yang bisa menggunakan "Bodo Amat" dengan baik. Hal-hal baik juga akan datang. Biasanya sih begitu. Coba aja.

Nah, kamu sudah menggunakan "Bodo Amat" dengan baik atau belom? Boleh diceritakan pengalamanmu dalam menggunakan "Bodo Amat" di momen-momen penting hidupmu. Terima kasih sudah berbagi. 

Daaaaa....

4 komentar:

  1. Ga usah rumit. Take and Give aja. What you GIVE, then that What you should TAKE. The Universe wont (ever) let you get What you shouldn't have. Trust me it works :D

    BalasHapus
  2. Masih proses untuk melakukan sikap 'bodo amat' ini secara permanen yang bisa memberikan manfaat. Jadi lebih ingat pada isi bukunya Mark Manson deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buku oranye itu ya? Haha. Emang aku habis baca buku itu.

      Hapus