Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Belajar Sesuatu dari Film Gundala

Gambar
Minggu lalu, entah hari apa aku lupa, akhirnya aku dan istri nonton film Gundala. Filmnya bagus. Walupun nggak sempurna, tapi yah cukup membanggakan. Super spoiler alert. Ada tiga twist besar di film ini.  Pertama, ternyata penjahatnya bukan Pengkor. Bukan. Penjahatnya adalah Ghani Zulham, anak buahnya Pengkor. Makanya nggak heran si Pengkor matinya cepet banget, tinggal didor aja sama si anggota DPR, Pak Ridwan. Kedua, nggak ada beras yang terkontaminasi "Serum Amoral". Nggak ada. Justru penawar serum itu, yang diperdebatkan panjang lebar di DPR dan akhirnya disetujui untuk disebarkan, adalah Serum Amoral itu sendiri. Ah, pintar sekali bikin kejutan. Ketiga, sebenarnya... SEMUA. Iya, sekali lagi.... SEMUA. Semua usaha si penjahat, mulai dari bakar pasar, meracuni beras dengan zat yang katanya Serum Amoral, perdebatan di DPR agar penawar Serum Amoral tidak disetujui tapi malah disetujui. Semuanya. Semuanya hanya untuk satu tujuan. Memancing Sancaka

Berat Badan dan Diet Mulai Besok

Kemarin, waktu jalan-jalan ke rumah Anya, adikku (sekarang dia udah nikah, jadi tinggal di rumah suami di Dalung). Di sana, ada timbangan digital, yang tingkat keakuratannya tinggi. Kita bisa tau sampai angka-angka di belakang koma. Nah, aku pun menimbang berat badan. Dan langsung shock. 90,03 kg. Astaga. Memang sih semenjak aku nikah, tahun 2018 lalu, berat badanku nambah terus. Tapi nggak nyangka bisa naik sebegitunya. Tinggal sepuluh kilo lagi untuk mencapai 100 kg, aku pun bakal mirip celeng. Sejak kejadian itu, aku jadi pengin kembali ke jalan yang benar. Kembali berusaha meringankan tubuh. Minimal kayak dulu, 72 kg. Tapi, semua nggak semudah itu, Fulgoso. Dengan serbuan makanan dan camilan yang enak-enak, harus punya tekad yang sangat kuat untuk menolak memindahkan semua godaan itu ke dalam perut. Kalau di negara-negara miskin, godaannya susah nyari makan. Di negara-negara berkembang, godaannya susah berhenti makan. Berat badan pun naik terus. Ditamba