Rabu, 03 Juni 2020

New Normal Setelah Covid 19

Juni 2020.

Di Bali, ada beberapa perkembangan baru, sejak postingan sebelumnya tentang Corona. Jika di awal bulan Maret lalu, masker medis adalah barang yang sangat langka. Dan demi Tuhan, harganya nggak masuk akal. Sekarang sudah banyak yang menjual masker kain di toko-toko, dan bahkan di pinggir jalan. Tentunya dengan harga yang terjangkau. Mulai dari 5 ribu rupiah.

Selain itu, tempat-tempat cuci tangan dan hand sanitizer juga sudah banyak disediakan di toko-toko, swalayan, dan kantor-kantor pemerintahan. Agar pengunjung, bisa cuci tangan dulu sebelum masuk ruangan.

Hmmm.

Untuk urusan jaga jarak. Walaupun masih susah, tapi mulai dibiasakan. Di ruang tunggu, misalnya. Ada jeda setiap satu atau dua tempat duduk. Ditempeli stiker merah peringatan. Supaya pengunjung tidak duduk di sana, dan memberi jarak sekitar 1 sampai 1,5 meter, dari satu pengunjung ke pengunjung lainnya. 

Setiap sore, pecalang berpatroli, memperingatkan orang-orang yang ada di luar rumah untuk tidak berkerumun, dan jangan lupa pakai masker. Malamnya, sekitar pukul 9, pecalang berpatroli lagi untuk mengingatkan para pelaku usaha, agar menutup usahanya. Begitu terus setiap hari.

Pemerintah Kota Denpasar juga sudah menetapkan PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mulai 15 Mei lalu. Pelaksanaannya berupa pemeriksaan di setiap perbatasan Kota Denpasar. Bagi yang tidak membawa surat tugas (apalagi yang tidak punya tujuan), akan dipersilahkan untuk putar balik. 

Namun, kembali lagi tentang masalah jaga jarak. Ketika pemeriksaan di perbatasan, saking banyaknya motor yang mau diperiksa, malah jaraknya jadi mepet-mepet.

Yah, begitulah kira-kira keadaannya.

Ada banyak kebiasaan baru yang sepertinya akan menjadi, istilah pemerintah pusat, new normal di tengah masyarakat. Jadi, kita harus bisa beradaptasi.

Misalnya, antara lain:

1) Harus bisa mengenali orang, meskipun pakai masker.
Situasi wabah begini, semua orang diwajibkan pakai masker. Sehingga, sering terjadi kalau papasan di jalan, jangankan orang baru kenal, yang udah lama kenal aja bisa nggak saling sapa. Karena mukanya ketutup masker. Makanya, harus berlatih mengenali orang, bukan dari wajahnya. Mungkin bisa dari postur tubuh, rambut, dan matanya.

2) Masker atau hand sanitizer merupakan pemberian yang berharga.
Dulu, seseorang memberi sesuatu pada orang-orang yang dia sayangi, bisa berupa dompet, jam tangan, atau martabak. Sekarang masker dan hand sanitizer sudah termasuk di dalamnya. Tentu saja pemberian berupa martabak atau terang bulan masih enak. Tapi seandainya dagangnya tutup, bisa beralih ke masker atau hand sanitizer. Buat hadiah ulang tahun juga okelah.

3) Cuci tangan terus sampai kesemutan.
Sesuai dengan perkataan Danilla Riyadi. Tangan harus dijaga kebersihannya. Karena tangan selalu menjelajah ke mana-mana. Misalnya: ngucek mata, ngupil, dan bersihin sisa makanan yang nyelip di gigi. Maka, mencuci tangan (dengan sabun) adalah sebuah keharusan.

4) Potong rambut sendiri di rumah.
Kewajiban untuk jaga jarak dan di rumah aja, membuat sebagian orang ogah ke tukang cukur atau salon. Namun, rambut tentu akan tumbuh gondrong tak terkendali. Sehingga harus tetap dipotong, supaya penampilan nggak kayak orang-orang primitif di zaman batu. Boleh minta bantuan orang rumah, atau potong sendiri. Seperti yang dilakukan Ariel Noah di video Youtubenya. Potong rambut sendiri. Yah, kalau Kang Ariel sih memang sudah ganteng dari sononya. Jadi, bagaimana pun cukurannya, tetap saja beliau tamvan.

5) Nongkrong bareng sambil ngopi di Zoom.
Hari-hari belakangan ini, kafe-kafe pada tutup lebih awal, bahkan ada yang hanya menerima pesanan makanan untuk dibawa pulang. Tidak boleh lagi nongkrong-nongkrong. Begitu juga untuk urusan lain, seperti reuni atau rapat-rapat penting. Semua dilakukan secara online. Salah satu aplikasi yang sering dipakai adalah zoom. Namun, jangan sering-sering juga, karena banyak banget ngabisin kuota.

6) Kewajiban tes Rapid atau Swab dengan hasil negatif corona jika hendak bepergian ke daerah lain.
Buat yang mau memasuki Bali, atau keluar Bali. Harus punya hasil tes negatif corona. Masalahnya, tesnya ini mahal banget, bisa sampai jutaan. Jadi, mending diundur dulu kalau mau pergi-pergi. Mending di rumah aja.

Nah, demikian kira-kira perubahan tatanan kehidupan new normal di tengah masyarakat. Buat yang mau menambahkan, silahkan isi di kolom komentar. Tetap jaga kesehatan, dan melaksanakan anjuran pemerintah. Terima kasih. Sampai jumpa lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar