Minggu, 21 Februari 2021

Kecantikan Sempurna dari Dalam

Sebagai seorang penyandang status jomblo selama kurang lebih sepuluh tahun, saya sudah pernah ditolak berkali-kali. Sisi positifnya, saya jadi kenal banyak karakter wanita. Dari pengalaman itulah, saya menyimpulkan. Kecantikan seorang wanita, sebenarnya berasal dari dalam.

Ya, tentu saja, kecantikan luar, wajah dan tubuh juga penting. Pemilihan cosmetic dan produk underwear yang baik, sudah menjadi hal yang wajib. Apalagi, kecantikan luar sangat mudah dipermak, ada cosmetic dan ahli make up artist yang bisa membereskan itu. Tubuh juga bisa dibentuk dengan olahraga, diet, dan pemilihan produk underwear yang baik. Namun, itu semua tidak akan ada artinya jika seorang perempuan tidak memiliki keindahan di dalam. Sebab, ketika kita berbicara tentang kecantikan, sebenarnya itu bukan soal penampilan luar saja. 

Keindahan sempurna seorang wanita berasal dari dalam.

Lalu, apa yang dimaksud dengan cantik dari dalam itu? Apa sebenarnya keindahan sempurna yang berasal dari dalam?

Dari pengalaman saya menjomblo selama sepuluh tahun, sebelum akhirnya menikah (syukurlah, terima kasih, Tuhan), paling tidak ada 10 ciri-ciri wanita yang memiliki kecantikan dari dalam. Wanita tersebut biasanya:

1) Percaya Diri
Tentu setiap orang punya kekurangan, namun wanita yang cantik dari dalam, biasanya berfokus pada kelebihan yang dia miliki. Dan dengan kedewasaannya, dia menerima kekurangan itu. Menganggap bahwa kekurangan adalah bagian dari kehidupan yang memang harus ada. Misalnya, saya pernah kenal seorang wanita yang cantik, tapi dia pendek. Dengan rasa percaya diri yang baik, dia menerima bahwa tubuhnya memang pendek, dan itu tidak apa-apa. Dia tetap bergaul dengan orang-orang, tetap baik, dan memang tubuhnya yang pendek sama sekali tidak menjadi masalah baginya, dan itu pun menjadi tidak masalah bagi orang lain.


2) Punya Prinsip
Wanita yang cantik dari dalam, biasanya tidak mudah terombang-ambing. Dia punya prinsip dalam menjalani hidup. Namun, tentu saja, dia tetap berpikiran terbuka. Menerima masukan yang mungkin baik baginya. Dulu, saya pernah kenal seorang wanita. Dia memiliki prinsip, bahwa setelah lulus SMA, dia tidak mau lagi minta uang pada orang tua. Dan dia benar-benar menjalankan prinsipnya. Dia mulai kerja part time, mencari beasiswa untuk kuliah, dan beli smartphone dengan uang sendiri (meskipun bayarnya nyicil). Bagi saya, dia adalah wanita yang cantik dari dalam.


3) Bisa Menjaga Diri
Bagian ini, saya agak susah menjelaskan. Jadi, langsung saja ke contoh. Dulu, waktu SMA, saya punya teman-teman yang setiap kali melihat wanita cantik, pasti digodain, di-catcalling. Tapi, entah kenapa, ada satu wanita, sebut saja namanya Wulan (bukan nama sebenarnya), yang tidak pernah mereka goda, mereka sangat menghormatinya. Setelah kenal Wulan lebih dekat, saya menyimpulkan bahwa, cara Wulan membawa diri yang membuat dia dihormati, bahkan oleh preman sekolah sekalipun. Padahal sebagai wanita, dia sungguh menggoda. Tapi cara dia bersikap, dan bergaul, membuat orang-orang menghormatinya. Dia ramah, dan memperlakukan orang-orang yang dia jumpai dengan baik. Mungkin karena itu, dia pun diperlakukan dengan baik juga.


4) Nyaman Menjadi Diri Sendiri
Kadang-kadang di dalam masyarakat, ada anggapan bahwa cantik itu harus seperti ini dan itu. Misalnya, cantik harus berkulit putih, cantik itu harus kurus, atau cantik alisnya harus dicukur. Wanita yang cantik dari dalam jarang mengikuti pandangan seperti itu. Dia tetap merawat dirinya dengan baik, dan nyaman dengan dirinya sendiri.


5) Tidak Egois
Berbeda dengan orang kebanyakan, wanita yang cantik dari dalam, biasanya mengutamakan kepentingan umum terlebih dahulu. Misalnya, ada nenek-nenek yang tidak kebagian tempat duduk di bus kota, dia pasti mempersilahkan nenek-nenek itu untuk mengambil tempat duduknya. Wanita dengan keindahan dari dalam tidak pernah egois.


6) Tenang Ketika Menghadapi Konflik
Dalam kehidupan, kita pasti sering menghadapi konflik. Ada beberapa orang yang stres karenanya, namun tidak bagi wanita yang cantik dari dalam. Masalah yang timbul dari konflik, dihadapi dengan tenang, dan dia akan mencoba menyelesaikannya dengan cara terbaik yang dia bisa. Dia berpikir bahwa konflik adalah bagian dari kehidupan juga, dan tidak mungkin dihindari. Jadi, dia menjadikan masalah sebagai guru untuk belajar lebih banyak lagi.


7) Meninggalkan Kesan yang Baik
Wanita dengan keindahan dari dalam, hampir selalu meninggalkan kesan baik pada orang-orang yang dia jumpai. Dia biasanya sering tersenyum. Karena senyum adalah kosmetik terbaik untuk wajah. Dia juga menyapa dengan ramah, dan perhatian terhadap orang-orang sekitarnya. Itu makanya, wanita dengan kecantikan dari dalam, sungguh sangat susah untuk dilupakan.


8) Serius Ketika Jatuh Cinta
Ketika jatuh cinta, dia tidak pernah main-main. Apalagi, mempermainkan orang lain. Dalam hubungan percintaan, dia bersikap dewasa dan jujur. Dia juga bertanggung jawab atas pilihannya. 


9) Memotivasi Diri secara Positif
Setiap hari, dia biasanya memberikan afirmasi positif untuk dirinya sendiri. "Saya salah satu yang terbaik, saya akan bekerja keras, dan memberikan yang terbaik yang saya bisa dalam pekerjaan saya." Dengan demikian, pikirannya akan memberikan sinyal positif ke otak, kemudian menjalar ke seluruh tubuh. Sehingga tubuh semakin sehat dan kuat. Dan pekerjaan yang dihadapi dengan sikap positif, tentu akan cepat selesai dengan baik.


10) Rendah Hati
Seorang wanita dengan kecantikan di dalam, tidak pernah menganggap dirinya paling cantik, paling hebat, dan paling-paling yang lain. Dia sadar bahwa di atas langit masih ada langit. Dan itu sebabnya, dia bekerja keras. Tidak peduli seahli apapun dia dalam satu bidang, dia selalu menyisakan ruang untuk belajar. Karena itulah, dia selalu bertumbuh dari waktu ke waktu.

Demikianlah, ciri-ciri wanita dengan keindahan sempurna dari dalam. Sebenarnya, hal di atas bukan hanya untuk wanita, tapi bisa juga untuk laki-laki dengan kegantengan dari dalam. Sebagai penutup, sekali lagi, keindahan sempurna itu bukan hanya cantik dari luar. Boleh merias diri dengan kosmetik, dan membentuk tubuh dengan produk pakaian dalam yang baik. Tapi lengkapilah cantikmu dengan keindahan dari dalam. Maka, kamu akan memiliki kecantikan yang sempurna.


 

Senin, 25 Januari 2021

Covid 19 dan Hobi Menggambar

Memasuki tahun 2021, di pertengahan bulan Januari ini, Covid masih berlanjut.

Di Bali, sejak awal bulan sudah dilaksanakan "pembatasan" oleh pemerintah. Entah PSBB atau PKM namanya, sudah tidak jelas lagi. Yang jelas, kegiatan masyarakat dibatasi sampai pukul 9 malam. Jika melewati batas itu, akan dibubarkan.

Oh ya, sebelum lupa, Bli JRX sudah divonis 1 tahun 2 bulan penjara. Lalu, jaksa penuntut umum banding, dan hukumannya malah berkurang jadi 10 bulan penjara. Hehe.

Kembali ke Corona, di tahun 2021 ini, pemerintah sudah menyediakan beberapa juta vaksin untuk tenaga kesehatan. Tentu, bagi sebagian tenaga kesehatan, ini berita baik. Tapi, anehnya, sebagian lagi malah takut divaksin. Yah, bisa dimaklumi, di tengah ketidakjelasan berita, banyak orang jadi ragu. Entah yang mana yang benar. Ditambah lagi korupsi bansos yang dilakukan pemerintah, semakin membuat tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah terjun bebas.

Begitulah. 

Hmmm. Kalo dipikir-pikir, banyak hal aneh yang terjadi di zaman Kopit ini. Seperti misalnya, pasien positif Covid dan perawatnya melakukan hubungan badan di wisma atlet, dan menurut kabar burung, keduanya sama-sama punya burung. Ada juga pedagang kaki lima yang dibubarkan oleh petugas karena melewati jam malam. Sedangkan ada seorang artis terkenal yang baru saja divaksin Kopit, party sama pejabat tapi nggak dibubarkan. Setelah party, si artis kena tahanan rumah sih. Namun tentu saja, si artis akan baik-baik saja di rumahnya yang bagai istana. Yang kasian, si pegadang kaki lima, gak jualan gak makan cuy. Lalu ada seorang teller bank yang dibunuh anak 14 tahun. Mayatnya diswab tes, hasilnya positif Covid 19, dan dimakamkan dengan protokol Covid. Dan yang baru saja terjadi, seorang dokter ditemukan meninggal di mobilnya, sehari setelah disuntik vaksin Covid 19. Katanya, penyebabnya karena jantung.

Hmmm.

Yah, begitulah. Dunia sudah berubah belakangan ini. Tetap aneh, tapi sekarang anehnya agak sedikit aneh.

By the way, sekarang aku lagi suka gambar digital. Kenapa digital? Karena kalo manual ribet banget. Hmmm. Aku berfokus ke ilustrasi wajah. Menggambar wajah-wajah orang (dan hewan) dengan berbagai style. Ini beberapa portofolioku. Buat yang suka, dan mau digambar, silahkan pesan ke email berikut ini: ramayoga@yahoo.com.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya. Bye.


Minggu, 21 Juni 2020

Covid 19, Konspirasi, dan Layang-layang

Sudah memasuki pertengahan bulan Juni. Virus terkutuk Covid 19, masih menjadi wabah di seluruh dunia. Di Bali, terhitung sampai tanggal 19 Juni kemarin, jumlah kasus positif Covid 19 sudah mencapai 976.

Astaga. Banyak ya.

Nggak heran, sekarang ini, saat ketemu orang, atau telpon-telponan. Kalau denger pertanyaan basa-basi. "Apa kabar? Sehat?". Itu maksudnya bukan basa-basi lagi. Itu maksudnya serius nanya. "Sehat kan? Belum kena Covid kan?"

Huft.

Di tengah pandemi begini. Di tengah serbuan gelapnya berita tentang Corona yang mencekam. Ada setitik cahaya datang dari Kuta. Nama cahaya itu adalah Bli JRX SID. Beliau (setahuku) yang pertama kali berani mencetuskan, bahwa Covid 19 adalah konspirasi elit global. Bahwa ada 1% manusia (ini yang JRX sebut sebagai elit global), yang menguasai berbagai aspek kehidupan masyarakat dunia. Termasuk menguasai WHO. Mereka akan membuat vaksin, agar vaksinnya laku, maka disebarkan informasi palsu secara besar-besaran tentang sebuah virus mematikan bernama Covid 19. Padahal, menurut JRX, Covid 19 tidak seberbahaya itu. Hanya berita di TV saja yang membesar-besarkannya. Makanya, JRX menyarankan, agar sembuh dari Covid 19, anda harus membuang TV anda.

Hmmm.

Ada sebagian dari diriku, pengin percaya bahwa teori konspirasi JRX itu benar. Bahwa semua kekacauan dan kebingungan ini adalah bohong. Melegakan sekali rasanya, jika itu benar. Rasanya seperti kena prank, lalu tinggal menertawakannya. Namun, takut juga untuk percaya 100%. Jika semua ini bohong, kenapa di berita hampir semua pemerintahan di setiap negara di dunia, sempat menutup penerbangannya. Termasuk Indonesia. Dan, semua liga sepak bola dunia sempat terhenti sementara. Lalu belakangan dilanjutkan, tapi tanpa penonton. Kejuaran dunia motoGP juga nggak mulai-mulai. Dan harusnya tahun ini ada Olimpiade 2020 di Tokyo. Namun diundur ke tahun 2021. Apa semua kerepotan itu, hanya karena sebuah kebohongan?

Terlepas dari bohong atau tidak si virus Corona ini. Dan konspirasi atau tidak. Banyak kerepotan yang dialami oleh masyarakat karena virus laknat ini. Misalnya, jika ingin bepergian keluar daerah, menyebrang antar provinsi, harus membawa surat hasil pemeriksaan rapid atau swab tes. Malah sekarang untuk melahirkan di RS, katanya diwajibkan juga untuk tes rapid atau swab, baru akan ditangani. Ini benar-benar merepotkan. Bli JRX juga menaruh perhatian besar untuk ibu-ibu hamil ini. Apalagi, sekarang ketika di rumah saja untuk menghindari positif Corona, banyak istri-istri jadi positif hamil.

Bli JRX menyarankan ke suami-suami, agar tidak usah mengajak istri yang sedang hamil ke RS. Cukup ke bidan saja. Aku sendiri dulu mengajak istriku ke bidan di Ubud untuk melahirkan.

Yah, begitulah.

Ngomong-ngomong. Di Bali, saat ini selain ada musim wabah, juga ada musim layang-layang. Langit Denpasar, tempatku tinggal, penuh dengan layang-layang. Dan hampir 70% didominasi layang-layang celepuk. Sekarang lagi ngetrend celepuk airbrush





Kangen rasanya main layang-layang. Tapi lahan di rumah sudah semakin sempit. Tidak memungkinkan lagi main layang-layang. Untuk mengobati rasa kangen, biasanya aku tinggal menatap langit, mengagumi layang-layang yang mengudara di angkasa. Apalagi, hari gini, banyak layang-layang yang dilengkapi lampu. Di malam hari, layang-layang itu berkelap-kelip, bagai UFO yang mengambang di atas bumi.

Yah, demikian, coretan nggak jelas ini. Sekedar untuk meluapkan isi hati. Kalau ada yang mau menambahkan, silahkan tulis di kolom komentar. Terimakasih. Sampai jumpa.

Rabu, 03 Juni 2020

New Normal Setelah Covid 19

Juni 2020.

Di Bali, ada beberapa perkembangan baru, sejak postingan sebelumnya tentang Corona. Jika di awal bulan Maret lalu, masker medis adalah barang yang sangat langka. Dan demi Tuhan, harganya nggak masuk akal. Sekarang sudah banyak yang menjual masker kain di toko-toko, dan bahkan di pinggir jalan. Tentunya dengan harga yang terjangkau. Mulai dari 5 ribu rupiah.

Selain itu, tempat-tempat cuci tangan dan hand sanitizer juga sudah banyak disediakan di toko-toko, swalayan, dan kantor-kantor pemerintahan. Agar pengunjung, bisa cuci tangan dulu sebelum masuk ruangan.

Hmmm.

Untuk urusan jaga jarak. Walaupun masih susah, tapi mulai dibiasakan. Di ruang tunggu, misalnya. Ada jeda setiap satu atau dua tempat duduk. Ditempeli stiker merah peringatan. Supaya pengunjung tidak duduk di sana, dan memberi jarak sekitar 1 sampai 1,5 meter, dari satu pengunjung ke pengunjung lainnya. 

Setiap sore, pecalang berpatroli, memperingatkan orang-orang yang ada di luar rumah untuk tidak berkerumun, dan jangan lupa pakai masker. Malamnya, sekitar pukul 9, pecalang berpatroli lagi untuk mengingatkan para pelaku usaha, agar menutup usahanya. Begitu terus setiap hari.

Pemerintah Kota Denpasar juga sudah menetapkan PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mulai 15 Mei lalu. Pelaksanaannya berupa pemeriksaan di setiap perbatasan Kota Denpasar. Bagi yang tidak membawa surat tugas (apalagi yang tidak punya tujuan), akan dipersilahkan untuk putar balik. 

Namun, kembali lagi tentang masalah jaga jarak. Ketika pemeriksaan di perbatasan, saking banyaknya motor yang mau diperiksa, malah jaraknya jadi mepet-mepet.

Yah, begitulah kira-kira keadaannya.

Ada banyak kebiasaan baru yang sepertinya akan menjadi, istilah pemerintah pusat, new normal di tengah masyarakat. Jadi, kita harus bisa beradaptasi.

Misalnya, antara lain:

1) Harus bisa mengenali orang, meskipun pakai masker.
Situasi wabah begini, semua orang diwajibkan pakai masker. Sehingga, sering terjadi kalau papasan di jalan, jangankan orang baru kenal, yang udah lama kenal aja bisa nggak saling sapa. Karena mukanya ketutup masker. Makanya, harus berlatih mengenali orang, bukan dari wajahnya. Mungkin bisa dari postur tubuh, rambut, dan matanya.

2) Masker atau hand sanitizer merupakan pemberian yang berharga.
Dulu, seseorang memberi sesuatu pada orang-orang yang dia sayangi, bisa berupa dompet, jam tangan, atau martabak. Sekarang masker dan hand sanitizer sudah termasuk di dalamnya. Tentu saja pemberian berupa martabak atau terang bulan masih enak. Tapi seandainya dagangnya tutup, bisa beralih ke masker atau hand sanitizer. Buat hadiah ulang tahun juga okelah.

3) Cuci tangan terus sampai kesemutan.
Sesuai dengan perkataan Danilla Riyadi. Tangan harus dijaga kebersihannya. Karena tangan selalu menjelajah ke mana-mana. Misalnya: ngucek mata, ngupil, dan bersihin sisa makanan yang nyelip di gigi. Maka, mencuci tangan (dengan sabun) adalah sebuah keharusan.

4) Potong rambut sendiri di rumah.
Kewajiban untuk jaga jarak dan di rumah aja, membuat sebagian orang ogah ke tukang cukur atau salon. Namun, rambut tentu akan tumbuh gondrong tak terkendali. Sehingga harus tetap dipotong, supaya penampilan nggak kayak orang-orang primitif di zaman batu. Boleh minta bantuan orang rumah, atau potong sendiri. Seperti yang dilakukan Ariel Noah di video Youtubenya. Potong rambut sendiri. Yah, kalau Kang Ariel sih memang sudah ganteng dari sononya. Jadi, bagaimana pun cukurannya, tetap saja beliau tamvan.

5) Nongkrong bareng sambil ngopi di Zoom.
Hari-hari belakangan ini, kafe-kafe pada tutup lebih awal, bahkan ada yang hanya menerima pesanan makanan untuk dibawa pulang. Tidak boleh lagi nongkrong-nongkrong. Begitu juga untuk urusan lain, seperti reuni atau rapat-rapat penting. Semua dilakukan secara online. Salah satu aplikasi yang sering dipakai adalah zoom. Namun, jangan sering-sering juga, karena banyak banget ngabisin kuota.

6) Kewajiban tes Rapid atau Swab dengan hasil negatif corona jika hendak bepergian ke daerah lain.
Buat yang mau memasuki Bali, atau keluar Bali. Harus punya hasil tes negatif corona. Masalahnya, tesnya ini mahal banget, bisa sampai jutaan. Jadi, mending diundur dulu kalau mau pergi-pergi. Mending di rumah aja.

Nah, demikian kira-kira perubahan tatanan kehidupan new normal di tengah masyarakat. Buat yang mau menambahkan, silahkan isi di kolom komentar. Tetap jaga kesehatan, dan melaksanakan anjuran pemerintah. Terima kasih. Sampai jumpa lagi.

Minggu, 29 Maret 2020

Hidup Setelah Virus Korona

Awal bulan Maret 2020, hidup masih terasa normal. Lalu virus korona menyerang.

Di tempat tinggalku, di Denpasar, Bali, virus korona sempat terasa jauh sekali. Di negeri antah berantah bernama Wuhan, sampai ada seorang bule yang tumbang di atas motor yang di parkir di trotoar. Banyak yang bilang, bule itu mabuk karena kebanyakan minum tuak. Ada juga yang bilang bule itu mati karena virus korona.

Tapi, orang-orang lebih percaya bahwa si bule tua bangka itu kebanyakan minum tuak. Namun, akhirnya berita resmi dirilis, si bule mati karena korona.

Dari sana, mulai bermunculan berita dari pemerintah, bahwa jumlah positif korona di Bali terus bertambah, sampai tulisan ini dibuat sudah berjumlah 9 kasus positif. 

Virus korona yang tadinya jauh, mulai terasa dekat sekali.

Aku mulai jarang keluar rumah, mulai takut kalau ada orang bersin dengan nikmat di dekatku, mulai cuci tangan lebih sering dari biasanya. Pokoknya bawaannya parno melulu.

Untuk urusan ekonomi juga sangat berpengaruh, orang-orang yang belanja ke rumah jauh berkurang. Dua hari yang lalu cuma satu orang yang belanja. Kemarin juga satu orang. Kalau seperti ini, keadaan rasanya akan terus memburuk. Orang-orang disuruh "di rumah aja", tapi kalau semua orang di rumah saja, lama-lama kebutuhan pokok (makanan) tentu akan habis juga. Sementara kalau keluar, ada virus galak yang menunggu kita di pintu gerbang rumah.

Pemerintah pusat menyatakan tidak lockdown, tapi menghimbau agar "di rumah aja", jaga jarak kalau mau keluar. Tapi tidak semudah itu untuk jaga jarak. Misalnya saat Jakarta membatasi waktu operasional angkutan umum. Orang-orang berjejalan mepet-mepet menunggu angkutan. Sama seperti di Tabanan, pasar umum dibatasi cuma buka selama 3 jam, dan orang-orang berdesakan di pasar yang memang tidak luas itu. Lalu ketika ada pembagian disinfektan gratis, anjuran untuk "jaga jarak" benar-benar tidak mungkin dilakukan, karena ruang yang sempit, sementara manusianya banyak. Jarang pula yang pakai masker. Bagaimana mau pakai masker? Benda itu sekarang mungkin lebih langka dari badak bercula satu.

Semuanya seperti tidak siap dengan keadaan baru ini. 

Aku jadi ingat ketika awal tahun 2020 sempat sakit. Aku nunggu 2 jam di UGD sebuah rumah sakit yang menerima BPJS, tanpa kejelasan apapun, sampai akhirnya pindah ke UGD RS lain, terpaksa tidak pakai BPJS. Sebelum ada virus mematikan bernama korona, rumah sakit kita seperti sudah kewalahan menghadapi pasien, apalagi setelah ada korona.

Beberapa malam ini, aku sering kebangun dini hari, kepikiran bagaimana hidup ke depannya dengan adanya korona ini. Entah apa yang ingin Tuhan ajarkan dengan menciptakan virus semacam ini. Aku nggak tau, dan sepertinya cuma bisa pasrah. Sambil berusaha (kalau bisa) menjaga jarak jika terpaksa keluar rumah, sering cuci tangan, pulangnya langsung mandi, dan berdoa semoga masa-masa suram ini cepat berlalu.