ABOUT


Ramayoga, atau biasa dipanggil Rama, adalah seorang penulis dari Bali. Dia telah menerbitkan 5 novel dan 3 kumpulan cerpen. Semuanya terbit secara indie. Belum ada penerbit khilaf, yang sudi menerbitkan naskahnya.

Di tahun 2009, setelah selesai membaca novel Perahu Kertas, Rama mulai suka menulis. Entah kenapa, novel itu bisa menyihirnya untuk ingin jadi penulis. Sejak itu, Rama memulai petualangannya di dunia kepenulisan. Di awal usahanya mengirim naskah ke penerbit, tentu saja disambut dengan surat penolakan. Namun, dengan usaha yang keras, rajin membaca, banyak latihan menulis, dan sering ikut seminar kepenulisan. Akhirnya, sekarang, setiap kali mengirim naskah ke penerbit, dia tetap dapat surat penolakan.

Di tengah serbuan surat penolakan, Rama akhirnya berhasil menelorkan karya perdananya secara indie, berupa novel komedi berjudul Lope-Lope (2011). Sejak itu, dia semakin produktif bertelor.

Hampir setiap tahun novel barunya muncul. I Love Her (2013), Galaupreneur (2014), Senyum Windy (2015), dan Jejak Bintang (2016). Ada juga karyanya berupa kumpulan cerpen, yaitu: Cinta Dalam Diam (2014), 3 Bocah Petualang (2014), dan Move On Come On (2015). Novel I Love Her, yang bergenre romance dewasa, masuk 8 besar karya terbaik Kompetisi Bulan Narasi tahun 2014, yang diadakan oleh nulisbuku.com dan Plot Point. Di tahun yang sama, novel komedinya, Galauprenur, meraih juara 2 Kompetisi Asyik Menulis Fiksi Remaja Terkocak (KAMFRET), yang diadakan oleh penerbit Bukune. Novel romance dewasanya yang lain, Senyum Windy, sudah dibaca lebih dari 78 ribu kali di Wattpad. Dan salah satu cerpennya yang berjudul Filosofi Kopi Langit, meraih juara 1 lomba cerpen yang diadakan oleh nulisbuku.com dan storial.co, dalam rangka tayangnya film Filosofi Kopi 2, tahun 2017. Prestasi Rama yang paling membanggakan adalah menjadi salah satu kandidat Presiden Jomblo Indonesia, yang gagal terpilih.

Selain menulis buku, dan menjadi tukang ojek, serta sesekali tukang pijat. Rama juga mengerjakan sketsa wajah, menggambar komik, dan membuat cover buku. Rama lahir di Tabanan, sebelum diboyong ke Denpasar, dan tumbuh besar di sana. Dia tinggal bersama keluarga, dan istrinya yang cantik. Saat ini, Rama sedang mengerjakan naskah novel terbarunya, yang rencananya akan diterbitkan secara indie. Rama masih berusaha dan berharap ada penerbit keren, yang mau menerima naskahnya, dan mewujudkan mimpinya melihat buku-bukunya dipajang di toko buku seluruh Indonesia.